Bagaimana Lingkungan Tumbuh Konjac?
Feb 02, 2024
Ini adalah daerah pegunungan dataran rendah dan dataran tinggi dengan iklim monsun lembab subtropis. Dengan sedikit sinar matahari, curah hujan melimpah, dan kelembapan tinggi, kawasan ini paling cocok untuk budidaya konjak.
Bagian bawah tanah konjak berbentuk bulat dan memiliki sistem akar yang panjang. Sangat cocok ditanam di tanah berpasir ringan dengan tanah dalam, tekstur gembur, drainase dan ventilasi baik, serta kaya bahan organik. Tanah yang tebal dan subur merupakan syarat penting untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan sistem perakaran konjak serta pertumbuhan umbi yang normal.
PH tanah mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil konjak. Nilai pH yang cocok untuk sebagian besar varietas konjak adalah 6,5~7.0. Tanah yang netral dan sedikit basa juga dapat menumbuhkan konjak, namun tanah dengan keasaman dan alkalinitas yang kuat tidak cocok untuk pertumbuhan konjak, terutama tanah yang bersifat asam. Penyakit lebih mungkin terjadi jika menanam konjak di tanah yang lebih kuat. Nilai pH optimal untuk konjak bunga adalah 6,5~7.0, dan untuk konjak putih adalah 7.0~7,50.
Selama seluruh masa perkembangan konjak, konjak menyerap paling banyak pupuk kalium, diikuti pupuk nitrogen, dan paling sedikit pupuk fosfor. Kebutuhan pupuknya adalah nitrogen:fosfor:kalium dengan perbandingan 6:1:8. Konjak memiliki kebutuhan nitrogen, fosfor, dan kalium yang berbeda pada tahap pertumbuhan yang berbeda. Dibutuhkan sedikit pupuk pada tahap awal pertumbuhannya. Ketika konjak berganti kepala, jumlah pupuk yang dibutuhkan meningkat, dan puncak kebutuhan pupuk tercapai ketika umbi membengkak.

